TEMPLATE
Template merupakan alat pengukur,
yang digunakan sebagai acuan atau pedoman untuk membuat sesuatu. Ketika diterapkan
pada rekayasa perangkat lunak, istilah template mengacu pada format yang dibuat
oleh unit atau organisasi, untuk diterapkan ketika menyusun laporan, atau
beberapa dokumen.
Sebuah template yang komprehensif
dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk digunakan dengan
dokumen perangkat lunak yang harus diselesaikan oleh kontraktor sesuai dengan
standart militer. Standart militer menggunakan istilah DID (Data Item Description).
DID menyediakan table yang sangat rinci yang isinya sangat cocok untuk
dokumentasi yang diperlukan dalam kontrak pengembangan perangkat lunak dalam
skala yang besar.
Contoh dari DID (Data Item Description)
adalah :
1) Software
Requirements Specification (SRS)
2) System/Subsystem
Design Description (SSDD)
3) Computer
Operator Manual (COM)
4) Interface
Design Description (IDD)
5) Software
Test Plan (STP)
6) Software
Version Description (SVD)
Penggunaan adanya template dapat memberikan
keuntungan terutama untuk tim pengembangan dan tim review. Keuntungan tersebut
antara lain :
1) Memfasilitasi
proses penyusunan dokumen dengan penghematan waktu dan energy yang dibutuhkan
untuk menguraikan struktur laporan
2) Memastikan
bahwa dokumen yang telah dipersiapkan oleh pengembang sudah lengkap
3) Memudahkan
integrasi oleh anggota tim yang baru
4) Memfasilitasi
review dokumen dengan menghapus proses untuk mempelajari struktur dokumen dan
mengkonfirmasi kelengkapannya apabila dokumen tersebut telah didasarkan pada
template yang sesuai
5) Memudahkan
informasi mengenai lokasi yang dibutuhkan untuk maintenance
Sumber informasi yang paling umum yang
dapat digunakan dalam mempersiapkan template adalah :
1) Template
informal yang telah digunakan dalam organisasi
2) Contoh
template yang ditemukan pada publikasi professional
3) Template
yang telah digunakan oleh organisasi – organisasi yang serupa
Keputusan untuk melakukan pembaharuan pada
template dapat berdasarkan keputusan antara lain:
1) Proposal
pengguna dan saran
2) Perubahan
dalam organisasi
3) Proposal
yang diprakarsai oleh tim inspeksi dan tim review desain berdasarkan template dokumen
yang telah mereka persiapkan
4) Analisis
kegagalan dan analisis keberhasilan
5) Pengalaman
dalam organisasi
6) Inisiatif
tim SQA
CHECKLIST
Checklist yang digunakan oleh
pengembang perangkat lunak mengacu pada daftar item khusus yang dibangun untuk
setiap jenis dokumen atau persiapan sebelum melakukan suatu kegiatan. Penggunaan
checklist dapat dikatakan sebagai alat infrastuktur operasional.
Kontribusi sebuah checklist untuk sebuah
perangkat lunak tentunya dapat memberikan keuntungan bagi tim pemeliharaan
(maintenance) dan tim review, antara lain :
1) Membantu
pengembang melakukan pengecekan pada dokumen atau kode perangkat lunak sebelum
dokumen atau kode perangkat lunak tersebut selesai. Jadi dengan begitu dapat
diketahui bagian mana yang belum lengkap serta dapat mendeteksi penyimpangan
yang sebelumnya bisa saja tidak diketahui.
2) Membantu
pengembang dalam mempersiapkan pekerjaan mereka seperti contohnya instalasi
perangkat lunak, kinerja kualitas audit di lokasi subkontraktor, atau
penandatanganan kontrak dengan supplier.
3) Memastikan
kelengkapan dokumen review yang dilakukan oleh anggota tim review
Sumber informasi yang paling umum yang dapat
digunakan dalam memperbaharui checklist adalah :
1) Checklist
informal yang telah digunakan dalam organisasi
2) Contoh
checklist yang ditemukan pada publikasi professional
3) Checklist
yang telah digunakan oleh organisasi – organisasi yang serupa
Jadi, penggunaan sebuah template dan
checklist dapat dikatakan berhasil apabila mayoritas pengguna atau konsumen
internal yang relevan dapat mempergunakannya dengan teratur. Di banyak
organisasi, penggunaan beberapa atau semua template merupakan keharusan.
Sumber : Daniel Galin, “Software Quality Assurance : From Theory to
Implementation.” 2004.
No comments:
Post a Comment