Pada materi kali ini akan
ditujukan untuk berbagai model pengembangan perangkat lunak yang telah
digunakan saat ini. Selain itu akan mengulas mengenai tujuan kegiatan
penjaminan kualitas dari sebuah perangkat lunak yang dilakukan sepanjang siklus
proyek, integrasi dalam proses pengembangan, dan factor – factor apa saja yang
dipertimbangkan sebelum pengimplementasian. Sehingga pada akhirnya nanti kita
akan mengetahui pertimbangan apa saja yang mempengaruhi intensitas dari
penerapan kegiatan jaminan kualitas, mengetahui aspek yang berbeda dari
kegiatan verifikasi, validasi, dan kualifikasi yang terkait dengan kegiatan
penjaminan kualitas.
Metodologi
Klasik dan Pengembangan Perangkat Lunak
Empat
model dari proses pengembangan perangkat lunak antara lain seperti :
1.
Model The
Software Development Life Cycle (SDLC)
Model klasik yang
masih berlaku sampai sekarang ini merupakan model yang memberikan deskripsi
proses paling komprehensif. Tujuh proses yang ada pada model SDLC ini adalah :
- Requirements Definition (Pendefinisian Kebutuhan), yaitu pada bagian ini pelanggan harus menentukan kebutuhan yang mereka inginkan.
- Analysis (Analisis), yaitu untuk menganalisis implikasi kebutuhan guna pembentukan desain awal sistem perangkat lunak.
- Design (Desain), dimana pada tahapan ini melibatkan input, output, dan prosedur pengolahan, termasuk struktur data dan database, struktur perangkat lunak, dan lain-lain.
- Coding (Koding), yaitu dimana pada tahap ini desain akan diterjemahkan ke dalam kode. Koding melibatkan aktifitas penjaminan kualitas seperti inspeksi, unit tes, dan integrasi tes.
- System tests (Pengujian Sistem), yaitu proses yang dilakukan setelah koding selesai. Tujuan utama dari pengujian sistem adalah untuk mengungkap seberapa besar kesalahan atau error yang mungkin terjadi dan mencocokkan seberapa besar tingkat kualitas dari sebuah perangkat lunak.
- Installation and Conversion (Instalasi dan Konversi), yaitu setelah sistem perangkat lunak tersebut telah disetujui, maka sistem akan terinstal sebagai firmware , yaitu komponen utama dari sistem informasi.
- Operation and Maintenance (Pengoperasian dan Perawatan Rutin), proses ini dapat dilakukan setelah tahapan instalasi dan konversi telah selesai dilaksanakan. Pemeliharaan dilakukan agar kualitas dari perangkat lunak tetap terjaga yang meliputi korektif (memperbaiki kesalahan perangkat lunak yang diidentifikasi oleh pengguna), adaptif (menggunakan fitur perangkat lunak yang ada untuk memenuhi kebutuhan yang baru saja muncul), dan yang terakhir adalah perfektif (menambahkan fitur baru untuk meningkatan kinerja dari perangkat lunak)
1.
Model
prototyping
Model ini
didasarkan pada penggantian satu atau lebih model SDLC, di mana prototype
perangkat lunak digunakan untuk mengkomunikasikan antara pengembang dan
pengguna dan pelanggan yang disampaikan kepada perwakilan pengguna untuk
evaluasi. Proses evolusi ini berlanjut sampai proyek telah selesai atau sampai
pada tahapan yang diinginkan.
Keuntungan dari model prototyping antara
lain :
1)
Proses pengembangan lebih pendek
2)
Penghematan substansial pengembangan sumber daya
3)
Lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan
mengurangi resiko kegagalan proyek
4)
Pengguna akan lebih mudah dan cepat memahami
sistem yang baru
Kekurangan dari model prototyping antara
lain :
1) Berkurangnya fleksibilitas dan hilangnya
kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang ada
2) Mengurangi persiapan untuk kegagalan yang tidak
terduga
2.
Model spiral
Model spiral
merupakan metodologi yang digunakan untuk memastikan kinerja yang efektif pada
masing – masing tahapan pada model SDLC. Prosesnya berulang-ulang yang
mengintegrasikan komentar pelanggan dan perubahan kebutuhan, analisis resiko
dan resolusi, serta kegiatan perencanaan rekayasa sistem perangkat lunak
3.
Model yang
berorientasi objek
Model ini akan
menggabungkan kembali skala besar sebuah perangkat lunak dengan
mengintegrasikan modul yang dapat digunakan kembali ke dalam sistem perangkat lunak
yang baru.
Keuntungan yang
dapat diperoleh dengan menggunakan model yang berorientasi objek antara lain :
1) Dari segi ekonomi, yaitu biaya mengintegrasikan
komponen perangkat lunak yang digunakan kembali jauh lebih rendah daripada
biaya pengembangan komponen baru
2) Dari segi peningkatan kualitas, yaitu komponen
perangkat lunak yang digunakan diharapkan lebih sedikit errornya daripada
komponen perangkat lunak yang baru dikarenakan deteksi kesalahan telah
ditemukan oleh pengguna sebelumnya
3) Waktu pengembangan yang lebih cepat
Factor yang mempengaruhi intensitas aktifitas penjaminan kualitas dalam proses pengembangan
Factor yang mempengaruhi intensitas aktifitas penjaminan kualitas dalam proses pengembangan
Terdapat dua
factor yang mempangaruhi intensitas keberlangsungan aktifitas selama
pengembangan proyek antara lain :
Factor
Proyek
1)
Cakupan atau skala proyek
2)
Kompleksitas teknis dan kesulitan
3)
Tingkat komponen perangkat lunak yang dapat
digunakan kembali
4)
Kegagalan proyek
Factor
Tim
1)
Anggota tim yang professional
2)
Tim yang baru dengan tim yang sudah
berpengalaman tinggi di area proyek
3)
Ketersediaan staf anggota yang professional
sehingga dapat mendukung tim
4)
Keakraban dengan anggota tim
VERIFIKASI,
VALIDASI, DAN KUALIFIKASI
VERIFIKASI yaitu proses evaluasi sistem atau komponen untuk mengetahui konsistensi produk
yang telah dikembangkan dengan produk yang dikembangkan pada tahap sebelumnya
VALIDASI yaitu proses evaluasi sistem atau komponen untuk menentukan apakah telah
memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan pada awal proyek
KUALIFIKASI yaitu proses untuk mengetahui kecocokan suatu sistem atau komponen untuk penggunaan
operasional
Pendeskripsian
model SQA untuk menghapus error dan mengefektifkan biaya dirancang untuk :
1)
Mengefektifkan jumlah dari error
2)
Total biaya yang digunakan untuk mengurangi
error
Model
ini didasarkan pada asumsi sebagai berikut :
1)
Proses pengembangan linier dan sekuensial (Model
Waterfall)
2)
Jumlah cacat atau kesalahan baru yang ditemukan
pada tiap tahap pengembangan
3)
Berbagai aktifitas penjaminan kualitas yang
berfungsi sebagai filter, untuk menghilangkan cacat
4)
Cacat atau kesalahan yang terjadi akibat tidak
terdeteksi dari penjaminan kualitas yang dilakukan sebelumnya
Sumber : Daniel Galin, “Software
Quality Assurance : From Theory to Implementation.” 2004.

Thankyou. This helps me.
ReplyDelete