Tiga komponen
penting agar sukses dalam melakukan maintenance (pemeliharaan) adalah :
·
Pemeliharaan Korektif yaitu maintenance berupa
layanan dukungan kepada user dan melakukan koreksi terhadap perangkat lunak
·
Pemeliharaan Adaptif yaitu menyesuaikan
perbedaan paket perangkat lunak ke dalam kebutuhan pelanggan yang baru,
perubahan kondisi lingkungan dan sejenisnya
·
Pemeliharaan Perbaikan Fungsi yaitu
menggabungkan pemeliharaan perfektif fungsi baru yang ditambahkan ke perangkat
lunak sehingga dapat meningkatkan kinerja dengan kegiatan pemeliharaan
preventif yang meningkatkan reliability dan infrastruktur sistem agar lebih
mudah dan lebih efisien dalam melakukan perawatan di masa yang akan datang
Kegiatan
pemeliharaan penjaminan kualitas perangkat lunak bertujuan untuk :
·
Memastikan tingkat kepercayaan yang diterima
bahwa kegiatan pemeliharaan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan teknis
fungsional
·
Memastikan tingkat kepercayaan yang diterima
bahwa kegiatan pemeliharaan perangkat lunak sesuai dengan penjadwalan
manajerial dan anggaran yang ditetapkan
·
Memulai dan mengelola kegiatan untuk memperbaiki
dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan perangkat lunak dan kegiatan SQA.
Dua factor yang
merupakan operasi produk adalah :
(1)
KETEPATAN
(CORRECTNESS), meliputi :
· Ketepatan Hasil : kelengkapan output yang telah
ditentukan dengan tidak menghilangkan output yang telah ditetapkan sebelumnya,
akurasi dari output (semua sistem telah diproses dengan benar), update output,
dan ketersediaan output
· Ketepatan Dokumentasi : yaitu kualitas dari
dokumentasi yang meliputi kelengkapan, akurasi, struktur dan format dokumenasi.
· Kualifikasi Koding
(2)
RELIABILITY , yaitu
frekuensi kegagalan sistem beserta waktu pemulihannya
Tiga factor yang
merupakan revisi produk adalah :
(1)
Pemeliharaan (Maintainability)
(2)
Flexybility
(3)
Testability
Seperti
yang dilakukan sebelum Proyek dalam komponen SQA, terdapat juga aktifitas yang
harus dilakukan sebelum melakukan maintenance dalam SQA yaitu :
(1)
Maintenance review kontrak
(2)
Maintenance perencanaan konstruksi
Tujuan utama dari adanya maintenance pada review kontrak
antara lain :
(1)
Melakukan klarifikasi kembali mengenai kebutuhan
pelanggan
(2)
Mereview pendekatan alternative untuk penyediaan
maintenance
(3)
Mereview estimasi sumber daya yang digunakan
untuk maintenance
(4)
Mereview layanan maintenance yang akan
disediakan oleh subkontraktor dan atau pelanggan
(5)
Mereview estimasi biaya maintenance
Kegiatan perencanaan pemeliharaan harus dipersiapkan oleh
pelanggan, eksternal, dan internal. Di dalam perencanaan tersebut harus terdapat
kerangka kerja dimana prosedur pada saat melakukan maintenance (pemeliharaan)
telah terorganisir dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi :
Ø
Daftar layanan maintenance
kontrak
(1)
Pelanggan internal dan eksternal, jumlah
pengguna, lokasi untuk setiap pelanggan
(2)
Karakteristik dari layanan perbaikan maintenance
(3)
Kewajiban yang adaptive dan fungsional untuk
meningkatkan layanan maintenance untuk setiap pelanggan
Ø
Deskripsi atau
gambaran mengenai organisasi tim yang melakukan maintenance, yang meliputi :
(1)
Jumlah anggota tim maintenance
(2)
Kualifikasi yang dibutuhkan anggota tim yang
sesuai dengan tugas utama yang akan dilakukan pada saat maintenance
(3)
Struktur organisasi dari tim maintenance,
termasuk nama dari ketua tim
(4)
Pendefinisian tugas (yang meliputi tanggung
jawab terhadap customer, tipe dari aplikasi) untuk setiap anggota tim
(5)
Kebutuhan pelatihan
Ø
Daftar fasilitas maintenance
Ø
Daftar identifikasi
dari resiko layanan
Ø
Daftar prosedur dan
kontrol yang dibutuhkan untuk maintenance perangkat lunak
(1)
Penanganan aplikasi pelanggan
(2)
Penanganan laporan kegagalan perangkat lunak
(3)
Pelaporan secara berkala dan tindak lanjut
mengenai dukungan layanan pelanggan
(4)
Pelaporan berkala dan tindak lanjut mengenai
layanan perbaikan maintenance
(5)
Pelatihan dan sertifikasi dari anggota tim maintenance
Ø
Biaya yang digunakan
untuk melakukan maintenance perangkat lunak
SQA tools for corrective maintenance,
berfokus pada :
(1)
Prosedur untuk penanganan panggilan maintenance
(2)
Dokumentasi penuh dari prosedur layanan
(3)
Ketersediaan dari catatan pendokumentasian
(4)
Otorisasi kontraktor untuk melaksanakan review
layanan maintenance secara berkala untuk kepuasan pelanggan
(5)
Kondisi kualitas yang terkait
SQA infrastructure tool for software maintenance, antara
lain :
(1)
Prosedur pemeliharaan dan instruksi kerja
(2)
Perangkat yang mendukung kualitas
(3)
Pelatihan dan sertifikasi tim maintenance
(4)
Pencegahan dan perbaikan
(5)
Konfigurasi manajemen
(6)
Dokumentasi dan rekaman kontrol kualitas
SQA tools for managerial control of software maintenance,
meliputi :
(1)
Kontrol kinerja untuk perbaikan layanan
maintenance, meliputi :
Ø
Koreksi perangkat lunak
Ø
Dukungan pengguna
(2)
Metric kualitas untuk perbaikan maintenance,
meliputi :
Ø
Estimasi sumber daya yang dibutuhkan ketika
mempersiapkan perencanaan pemeliharaan untuk periode yang akan datang
Ø
Perbandingan metode pengoperasian
Ø
Inisiasi dari pencegahan dan perbaikan
Ø
Estimasi sumber daya yang dibutuhkan sebagai
dasar untuk proposal baru
(3)
Biaya untuk pemeliharaan kualitas perangkat
lunak, meliputi :
Ø
Biaya pencegahan
Ø
Biaya penilaian
Ø
Biaya persiapan manajerial dan kontrol
Ø
Biaya kegagalan internal
Ø
Biaya kegagalan eksternal
Ø
Biaya kegagalan manajerial
Sumber : Daniel Galin, “Software
Quality Assurance : From Theory to Implementation.” 2004.