Sebuah produk perangkat lunak
terutama pada perusahaan memiliki sebuah dokumen yang digunakan untuk
mengetahui sejauh mana pengembangan terhadap sistem perangkat lunak tersebut
telah dilakukan. Para sistem analis, yang menyiapkan dokumen tersebut akan
memeriksa secara berulang kali agar dapat mendeteksi kesalahan atau error yang
terjadi. Selain itu, pemimpin proyek juga diharapkan dapat memeriksa dokumen
secara detail dan mendeteksi kesalahan lain yang mungkin terjadi sebelum
dilakukan persetujuan lebih lanjut terhadap pengembangan sebuah perangkat
lunak.
Menurut IEEE (1990), proses review adalah :
“ Sebuah proses atau pertemuan
dimana produk bekerja, atau sebuah paket produk kerja yang ditampilkan kepada
anggota proyek, manajer, pengguna, pelanggan, atau pihak lain yang
berkepentingan memberikan komentar atau persetujuan ”
Tujuan dari adanya review adalah :
TUJUAN LANGSUNG
1)
Untuk mendeteksi analisa dan kesalahan pada
desain
2)
Untuk mengidentifikasi resiko baru yang
mempengaruhi penyelesaian proyek
3)
Untuk menemukan adanya penyimpangan dari
template dan prosedur yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pada
perbaikan komunikasi dan koordinasi yang dihasilkan dari keseragaman metode dan
dokumentasi
4)
Untuk menyetujui analisis atau desain produk
yang dilakukan untuk memutuskan apakah tim proyek dapat melanjutkan proyek ke
fase pengembangan selanjutnya
TUJUAN TIDAK LANGSUNG
1)
Untuk merecord analisis dan desain error
2)
Untuk menyediakan tempat pertemuan informal agar
dapat bertukar wawasan
Beberapa contoh dari dokumen review
yang formal antara lain :
DPR : Development Plan
Review
SRSR : Software Requirement
Specification Review
PDR : Preliminary Design
Review
DDR : Detailed Desain Review
DDR : Detailed Desain Review
DBDR : Data Base Design
Review
TPR : Test Plan Review
STPR : Software Test
Procedure Review
VDR : Version Description
Review
OMR : Operator Manual review
SMR : Support Manual Review
TRR : Test Readiness Review
PRR : Product Release Review
IPR : Installation Plan
Review
Beberapa metodologi yang dapat
diimplementasikan ketika mereview sebuah dokumen adalah :
- Desain review formal
- Peer review
- Pendapat para ahli
Yang berpartisipasi dalam review
desain adalah :
Review desain dilakukan oleh
seorang pemimpin dan tim review. Pemilihan peserta yang berpartisipasi yang tepat
dalam desain review merupakan salah satu hal yang penting karena tim ini yang
akan menyetujui atau menolak sebuah desain produk.
Karakteristik yang dibutuhkan untuk
menjadi seorang pemimpin desain review adalah :
1)
Pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan
proyek
2)
Senioritas di tingkat yang sama atau tidak lebih
tinggi dari pemimpin proyek
3)
Memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin
proyek dan anggota timnya
4)
Posisi eksternal untuk tim proyek
Sedangkan untuk tim review, harus
dipilih dari anggota senior dari tim proyek bersamaan dengan professional
senior yang ditugaskan untuk proyek-proyek dari departemen lain yang sesuai.
Persiapan Untuk Melakukan Review
Desain
Persiapan dalam melakukan review
desain harus dilakukan oleh semua pihak utama yang merupakan partisipan dalam
review desain, yaitu pemimpin review, tim review, dan tim pengembang yang
memiliki fokus pada aspek yang berbeda. Berikut merupakan hal – hal yang harus
dilakukan oleh masing – masing partisipan dalam review desain.
PEMIMPIN
REVIEW
a) Menunjuk
anggota tim
b) Menjadwalkan
sesi review dilakukan
c) Mendistribusikan
dokumen desain diantara anggota tim
TIM
REVIEW
Anggota tim review diharapkan
dapat mereview dokumen desain dan daftar komentar sebelum sesi review. Sebuah
alat yang dapat digunakan untuk memastikan kelengkapan sebuah review adalah
dengan checklist.
TIM
PENGEMBANG
Kewajiban utama yang harus
dilakukan adalah mempersiapkan presentasi singkat dari dokumen desain dengan
asumsi bahwa masing-masing dari anggota tim telah membaca dokumen desain secara
menyeluruh dan sudah mengetahui isi proyek secara garis besar.
Menurut
Pressman (based on Pressman,2000), 13 pedoman emas agar sukses dalam melakukan
review desain adalah :
1) Mengembangkan
ceklist untuk setiap tipe dokumen desain
2) Para
professional yang sudah terlatih berfungsi sebagai reservoir untuk tim review
desain
3) Melakukan
analisis mengenai cacat atau error yang terjadi secara berkala agar dapat
meningkatkan metodologi review desain
4) Menjadwalkan
review desain sebagai salah satu bagian dari rencana kegiatan proyek dan
mengalokasikan sumber daya sebagai bagian dari integral standar prosedur
pengembangan perangkat lunak
5) Anggota
tim review desain harus dibatasi dalam ukuran 3 sampai 5 anggota agar dapat
mengerjakan pekerjaannya masing – masing dengan maksimal
6) Mendiskusikan
masalah dengan cara yang konstruktif
7) Menyimpan
catatan review
8) Fokus
untuk mendeteksi defect dengan melakukan verifikasi dan validasi pada komentar
partisipan
9) Dalam
kasus tertentu mengenai ketidaksepakatan mengenai suatu hal dapat didiskusikan
di forum lain
10) Mendokumentasikan
diskusi secara benar
11) Durasi
dalam sesi review tidak boleh lebih dari dua jam
12) Menyiapkan
laporan review yang berisi rangkuman permasalahan yang dibahas
13) Menetapkan
prosedur untuk memastikan kinerja yang telah dilakukan
Sumber : Daniel Galin, “Software
Quality Assurance : From Theory to Implementation.” 2004.
No comments:
Post a Comment