Prosedur adalah suatu cara
tertentu untuk dapat menyelesaikan sesuatu atau berupa tindakan (Webst’r's New
College Dictionary). Dengan kata lain, prosedur merupakan detail aktifitas atau
proses yang akan dilakukan sesuai dengan metode yang diberikan dengan tujuan
agar dapat menyelesaikan sebuah tugas yang ditransmisikan ke dalam sebuah dokumen.
Sebuah prosedur cenderung bersifat universal didalam sebuah organisasi, yang
berarti bahwa prosedur harus diterapkan kapanpun tugas tersebut dilakukan,
terlepas siapa yang melakukan tugas tersebut dan terlepas dari konteks
organisasi.
Instruksi kerja digunakan
terutama dalam kasus dimana keseragaman metode dalam melaksanakan seluruh tugas
organisasi yang dibuat untuk kebutuhan tiap tim, departemen, atau unit
Tujuan prosedur dan instruksi kerja adalah
:
- Kinerja tugas, proses atau aktifitas yang paling efektif dan efisien tanpa menyimpang dari persyaratan kualitas
- Komunikasi yang efektif dan efisien untuk staf yang terpisah yang terlibat dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem perangkat lunak. Keseragaman kinerja dapat dicapai sesuai dengan apa yang telah ada dalam prosedur dan instruksi kerja sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman yang terjadi yang dapat juga mengakibatkan terjadinya error atau kesalahan sistem perangkat lunak
- Mengkoordinasikan antara tugas dan kegiatan yang dilakukan oleh tiap anggota yang berbeda di sebuah organisasi sehingga semakin baik sebuah koordinasi maka kesalahan yang akan terjadi juga akan semakin sedikit
Lima ‘W’ yang dapat diselesaikan dengan
adanya prosedur antara lain :
1) What
activities have to be performed? ( kegiatan apa saja yang harus dilakukan?)
2) hoW
should each activity be performed? (bagaimana seharusnya setiap kegiatan
dilakukan?)
3) When
should the activity be performed? (kapan kegiatan akan dilakukan?)
4) Where
should the activity be performed? (dimana seharusnya kegiatan dilakukan?)
5) Who
should perform the activity? (siapa yang seharusnya melakukan kegiatan?)
Table mengenai prosedur berisi :
1) Pendahuluan
2) Tujuan
3) Istilah
dan singkatan
4) Dokumen
yang berlaku
5) Metodologi
6) Rekaman
kualitas dan dokumentasi
7) Pelaporan
dan tindak lanjut
8) Tanggung
jawab pelaksanaan
9) Daftar
lampiran
Isi sebuah prosedur manual dalam suatu
organisasi bervariasi sesuai dengan :
- Jenis – jenis kegiatan pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak yang dilakukan oleh organisasi
- Kisaran pelanggan dan pemasok
- Konsep yang mengatur pilihan metode yang diterapkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan SQA yang diinginkan
Contoh instruksi kerja :
Ø Instruksi Kerja
Departemen
1)
Proses audit untuk subkontraktor
2)
Pengembangan perangkat lunak baru
3)
Prioritas penanganan tugas perbaikan
pemeliharaan
4)
Evaluasi tahunan subkontraktor pengembangan
perangkat lunak
5)
Instruksi on-the-job dan tindak lanjut untuk
anggota tim baru
6)
Desain template dokumentasi dan aplikasi
7)
Instruksi pemrograman
Ø Instruksi Kerja
Manajemen Proyek
1)
Koordinasi dan kerja sama dengan pelanggan
2)
Pelaporan oleh pemimpin tim setiap minggunya
3)
Desain template laporan khusus dan aplikasi
dalam proyek
4)
Tindak lanjut situs pelaporan
5)
Perkembangan laporan kepada pelanggan setiap
bulan
6)
Koordinasi instalasi dan instruksi tim pelanggan
Motivasi untuk melakukan update terhadap
prosedur dilakukan berdasarkan :
1) Perubahan
teknologi yang digunakan dalam pengembangan alat, perangkat keras, komunikasi,
peralatan, dan lain – lain
2) Perubahan
di wilayah organisasi kegiatan
3) Pengguna
proposal untuk perbaikan
4) Analisis
kegagalan maupun analisis keberhasilan
5) Proposal
untuk perbaikan yang dilakukan berdasarkan laporan audit internal
6) Pembelajaran
dari pengalaman organisasi lain
7) Pengalaman
yang dirasakan oleh tim SQA
Sumber : Daniel Galin, “Software Quality Assurance : From
Theory to Implementation.” 2004.
No comments:
Post a Comment