Friday, 31 May 2013

ASSURING THE QUALITY OF SOFTWARE MAINTENANCE COMPONENTS


Tiga komponen penting agar sukses dalam melakukan maintenance (pemeliharaan) adalah :
·         Pemeliharaan Korektif yaitu maintenance berupa layanan dukungan kepada user dan melakukan koreksi terhadap perangkat lunak
·         Pemeliharaan Adaptif yaitu menyesuaikan perbedaan paket perangkat lunak ke dalam kebutuhan pelanggan yang baru, perubahan kondisi lingkungan dan sejenisnya
·         Pemeliharaan Perbaikan Fungsi yaitu menggabungkan pemeliharaan perfektif fungsi baru yang ditambahkan ke perangkat lunak sehingga dapat meningkatkan kinerja dengan kegiatan pemeliharaan preventif yang meningkatkan reliability dan infrastruktur sistem agar lebih mudah dan lebih efisien dalam melakukan perawatan di masa yang akan datang

Kegiatan pemeliharaan penjaminan kualitas perangkat lunak bertujuan untuk : 

·         Memastikan tingkat kepercayaan yang diterima bahwa kegiatan pemeliharaan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan teknis fungsional
·         Memastikan tingkat kepercayaan yang diterima bahwa kegiatan pemeliharaan perangkat lunak sesuai dengan penjadwalan manajerial dan anggaran yang ditetapkan
·         Memulai dan mengelola kegiatan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan perangkat lunak dan kegiatan SQA.

Dua factor yang merupakan operasi produk adalah :

(1)    KETEPATAN (CORRECTNESS), meliputi :

·        Ketepatan Hasil : kelengkapan output yang telah ditentukan dengan tidak menghilangkan output yang telah ditetapkan sebelumnya, akurasi dari output (semua sistem telah diproses dengan benar), update output, dan ketersediaan output
·        Ketepatan Dokumentasi : yaitu kualitas dari dokumentasi yang meliputi kelengkapan, akurasi, struktur dan format dokumenasi.
·        Kualifikasi Koding

(2)    RELIABILITY , yaitu frekuensi kegagalan sistem beserta waktu pemulihannya

Tiga factor yang merupakan revisi produk adalah :
(1)    Pemeliharaan (Maintainability)
(2)    Flexybility
(3)    Testability

Seperti yang dilakukan sebelum Proyek dalam komponen SQA, terdapat juga aktifitas yang harus dilakukan sebelum melakukan maintenance dalam SQA yaitu :

(1)    Maintenance review kontrak
(2)    Maintenance perencanaan konstruksi 

Tujuan utama dari adanya maintenance pada review kontrak antara lain :
(1)    Melakukan klarifikasi kembali mengenai kebutuhan pelanggan
(2)    Mereview pendekatan alternative untuk penyediaan maintenance
(3)    Mereview estimasi sumber daya yang digunakan untuk maintenance
(4)    Mereview layanan maintenance yang akan disediakan oleh subkontraktor dan atau pelanggan
(5)    Mereview estimasi biaya maintenance

Kegiatan perencanaan pemeliharaan harus dipersiapkan oleh pelanggan, eksternal, dan internal. Di dalam perencanaan tersebut harus terdapat kerangka kerja dimana prosedur pada saat melakukan maintenance (pemeliharaan) telah terorganisir dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi :

Ø  Daftar layanan maintenance kontrak

(1)    Pelanggan internal dan eksternal, jumlah pengguna, lokasi untuk setiap pelanggan
(2)    Karakteristik dari layanan perbaikan maintenance
(3)    Kewajiban yang adaptive dan fungsional untuk meningkatkan layanan maintenance untuk setiap pelanggan

Ø  Deskripsi atau gambaran mengenai organisasi tim yang melakukan maintenance, yang meliputi :

(1)    Jumlah anggota tim maintenance
(2)    Kualifikasi yang dibutuhkan anggota tim yang sesuai dengan tugas utama yang akan dilakukan pada saat maintenance
(3)    Struktur organisasi dari tim maintenance, termasuk nama dari ketua tim
(4)    Pendefinisian tugas (yang meliputi tanggung jawab terhadap customer, tipe dari aplikasi) untuk setiap anggota tim
(5)    Kebutuhan pelatihan

Ø  Daftar fasilitas maintenance
Ø  Daftar identifikasi dari resiko layanan
Ø  Daftar prosedur dan kontrol yang dibutuhkan untuk maintenance perangkat lunak

(1)    Penanganan aplikasi pelanggan
(2)    Penanganan laporan kegagalan perangkat lunak
(3)    Pelaporan secara berkala dan tindak lanjut mengenai dukungan layanan pelanggan
(4)    Pelaporan berkala dan tindak lanjut mengenai layanan perbaikan maintenance
(5)    Pelatihan dan sertifikasi dari anggota tim maintenance

Ø  Biaya yang digunakan untuk melakukan maintenance perangkat lunak

SQA tools for corrective maintenance, berfokus pada :
(1)    Prosedur untuk penanganan panggilan maintenance
(2)    Dokumentasi penuh dari prosedur layanan
(3)    Ketersediaan dari catatan pendokumentasian
(4)    Otorisasi kontraktor untuk melaksanakan review layanan maintenance secara berkala untuk kepuasan pelanggan
(5)    Kondisi kualitas yang terkait

SQA infrastructure tool for software maintenance, antara lain : 

(1)    Prosedur pemeliharaan dan instruksi kerja
(2)    Perangkat yang mendukung kualitas
(3)    Pelatihan dan sertifikasi tim maintenance
(4)    Pencegahan dan perbaikan
(5)    Konfigurasi manajemen
(6)    Dokumentasi dan rekaman kontrol kualitas

SQA tools for managerial control of software maintenance, meliputi : 

(1)    Kontrol kinerja untuk perbaikan layanan maintenance, meliputi :
Ø  Koreksi perangkat lunak
Ø  Dukungan pengguna
(2)    Metric kualitas untuk perbaikan maintenance, meliputi : 

Ø  Estimasi sumber daya yang dibutuhkan ketika mempersiapkan perencanaan pemeliharaan untuk periode yang akan datang
Ø  Perbandingan metode pengoperasian
Ø  Inisiasi dari pencegahan dan perbaikan
Ø  Estimasi sumber daya yang dibutuhkan sebagai dasar untuk proposal baru

(3)    Biaya untuk pemeliharaan kualitas perangkat lunak, meliputi :

Ø  Biaya pencegahan
Ø  Biaya penilaian
Ø  Biaya persiapan manajerial dan kontrol
Ø  Biaya kegagalan internal
Ø  Biaya kegagalan eksternal
Ø  Biaya kegagalan manajerial

Sumber : Daniel Galin, “Software Quality Assurance : From Theory to Implementation.” 2004.

No comments:

Post a Comment